Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang

Menagih Keadilan Sosial di Balik Kebijakan, Menakar Efektivitas Pemisahan Sampah di TPA Antang
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Menjembatani kebijakan ekologi dan keadilan sosial

Perbedaan sudut pandang antara Herman, Hengky, dan Rangga mencerminkan tantangan klasik dalam setiap transisi kebijakan lingkungan. Di satu sisi, ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi beban ekologis kota. Di sisi lain, ada kelompok masyarakat rentan yang kehidupannya sangat bergantung pada pola lama.

Penolakan dari warga di sekitar TPA Antang sejatinya bukan bentuk penentangan terhadap kebersihan lingkungan, melainkan reaksi atas proses perubahan yang dirasa terlalu mendadak tanpa disertai skema transisi yang jelas.

Pengalaman hampir tiga pekan yang berjalan di TPA Antang memberikan pelajaran penting bahwa transformasi pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknis atau imbauan administratif. Diperlukan langkah mitigasi sosial yang nyata dari Pemerintah Kota Makassar.

Langkah inkusif seperti membuka ruang dialog formal bersama perwakilan pemulung dan pengepul, memberikan pelatihan pengolahan sampah bernilai tambah, serta mengintegrasikan mereka menjadi tenaga pemilah resmi daerah dapat menjadi jalan tengah. Dengan begitu, target kelestarian lingkungan dapat tercapai tanpa harus mengorbankan mata pencaharian warga kecil

 

Pilih Halaman: