Merajut Jembatan Aksi Iklim, Toraja Belajar Ketahanan Komunitas dari Desa ProKlim Bulukumba

Merajut Jembatan Aksi Iklim, Toraja Belajar Ketahanan Komunitas dari Desa ProKlim Bulukumba
Bacakan Artikel

Armin Salassa, Ketua Kemitraan Agroekologi sekaligus pendiri dan pembina KSPS, menjadi narasumber utama yang hangat dalam sesi belajar ini. Dengan gaya bertutur yang membumi, ia memaparkan perjalanan panjang KSPS.

Bermula dari kesadaran akan degradasi lingkungan dan tantangan pertanian, warga Salassae memilih jalan mandiri. Mereka tidak menunggu bantuan datang, melainkan bergerak menciptakan solusi dari dalam komunitas.

"ProKlim bagi kami bukan sekadar label, melainkan cara hidup. Kami belajar dari alam, untuk alam," ujar Armin, suaranya dipenuhi keyakinan. Ia menjelaskan bagaimana sejak awal, KSPS mendorong petani beralih ke praktik pertanian organik, mengelola sampah, menanam pohon, hingga mengembangkan sumber energi terbarukan sederhana.

Puncak dari sesi belajar tersebut adalah demonstrasi pembuatan nutrisi pertanian alami. Abdul Wahid, salah seorang petani anggota KSPS, dengan cekatan memperagakan proses meracik pupuk cair dan pestisida nabati yang mereka gunakan sehari-hari.

Ia menunjukkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti sisa tanaman, air cucian beras, hingga kotoran ternak, yang diolah menjadi ramuan ampuh penyubur tanah dan pengendali hama.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: