Merajut Jembatan Aksi Iklim, Toraja Belajar Ketahanan Komunitas dari Desa ProKlim Bulukumba

Merajut Jembatan Aksi Iklim, Toraja Belajar Ketahanan Komunitas dari Desa ProKlim Bulukumba
Bacakan Artikel

Di tengah gempuran pupuk kimia yang merusak kesuburan tanah dan kesehatan petani, praktik di Salassae ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian berkelanjutan bukan hanya mungkin, tetapi juga sangat menguntungkan. Lingkungan lestari, hasil panen sehat, dan biaya produksi yang lebih hemat, itulah imbalannya.

Ruth Tandi Ramba, Direktur Yayasan MPM, menjelaskan bahwa kunjungan ke Salassae ini adalah upaya konkret untuk berbagi pengalaman tentang aksi iklim berbasis komunitas antarwilayah.

"Kami melihat Salassae sebagai laboratorium hidup di mana masyarakat berhasil menerjemahkan isu iklim yang kompleks menjadi tindakan nyata di tingkat desa," kata Ruth.

Ia menambahkan, pengalaman Salassae, terutama dalam pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam, sangat relevan untuk komunitas di Toraja yang juga menghadapi tantangan serupa, khususnya dalam menjaga kearifan lokal dalam mengelola lahan dan hutan.

Dari 31 peserta yang terdiri dari staf kantor dan pendamping lapangan Yayasan MPM, terlihat antusiasme tinggi untuk menyerap setiap detail. Pertanyaan-pertanyaan teknis seputar pembuatan pupuk hingga strategi mobilisasi komunitas mengalir deras. Ini bukan hanya pertukaran informasi, melainkan transfer energi, semangat, dan keyakinan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari skala terkecil.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: