Motor BGN Viral, Kepala BGN Tegaskan Bukan 70 Ribu Unit
Motor BGN viral di media sosial, Kepala BGN bantah isu 70 ribu unit dan jelaskan fungsi untuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan, dikutip, Selasa. 7 April 2026.
Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, distribusi dan pengawasan menjadi kunci utama keberhasilan.
Di lapangan, Kepala SPPG membutuhkan mobilitas tinggi untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Kehadiran kendaraan operasional seperti motor dinilai dapat mempercepat koordinasi dan distribusi layanan.
Dengan demikian, pengadaan ini bukan sekadar pembelian kendaraan, melainkan bagian dari strategi operasional untuk memastikan program berjalan efektif.
Meski sudah tersedia, Dadan memastikan bahwa motor BGN tersebut belum didistribusikan kepada pihak terkait. Saat ini, seluruh unit masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Proses ini menjadi prosedur wajib dalam pengelolaan aset negara. Setiap barang yang dibeli menggunakan anggaran negara harus melalui pencatatan resmi agar dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton