Ancaman Kekeringan April, Ini Cara Kementan Hadapi El Nino Ekstrem di Indonesia

Kementan siaga hadapi El Nino ekstrem mulai April. Strategi pompanisasi dan mitigasi jadi kunci menjaga produksi pangan nasional.

Ancaman Kekeringan April, Ini Cara Kementan Hadapi El Nino Ekstrem di Indonesia
Foto: pemerintah memperkuat langkah mitigasi dengan menitikberatkan pada kecepatan intervensi, optimalisasi sarana prasarana, serta kesiapan petani dalam memanfaatkan bantuan yang telah disalurkan/pertanian.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

Dalam menghadapi El Nino, strategi Kementan bertumpu pada kombinasi antara infrastruktur, manajemen sumber daya, dan kesiapan manusia. Pompanisasi menjadi ujung tombak, tetapi tidak berdiri sendiri. Tanpa sumber air yang jelas dan distribusi yang tertata, pompa hanyalah mesin tanpa daya guna maksimal.

“Optimalkan pemanfaatan pompa yang sudah ada. Pastikan sumber air disiapkan, saluran diperbaiki, dan distribusi air diatur dengan baik. Ini kunci agar lahan tetap produktif meskipun tekanan iklim meningkat,” tegas Andi.

Di sinilah peran petani dan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Identifikasi sumber air alternatif, perbaikan saluran irigasi, hingga pengaturan pola tanam menjadi bagian dari ekosistem mitigasi yang tidak bisa dipisahkan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa menghadapi perubahan iklim tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dan terintegrasi.

Lebih jauh, Kementan juga mendorong petani untuk mulai melakukan langkah antisipatif sejak dini. Ini bukan sekadar imbauan, tetapi kebutuhan mendesak di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Pelajaran dari El Nino 2023: Ketika Krisis Menjadi Titik Balik

Jika menoleh ke belakang, tahun 2023 menjadi momen krusial yang membentuk strategi hari ini. Saat itu, Indonesia dihadapkan pada ancaman El Nino yang tak kalah dahsyat. Kekhawatiran akan krisis pangan bahkan sempat memunculkan wacana impor besar-besaran.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: