Ancaman Kekeringan April, Ini Cara Kementan Hadapi El Nino Ekstrem di Indonesia
Kementan siaga hadapi El Nino ekstrem mulai April. Strategi pompanisasi dan mitigasi jadi kunci menjaga produksi pangan nasional.
Harapan di Tengah Tanah yang Mengering
Kembali ke sawah Sumarno, suara pompa air kini terdengar lebih mantap. Air mulai mengalir, perlahan membasahi tanah yang sempat kehilangan harapan. Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia beradaptasi, bertahan, dan terus mencari cara untuk hidup berdampingan dengan alam yang terus berubah.
Dengan potensi El Nino yang kembali menguat, pemerintah memastikan seluruh jajaran telah disiagakan. Namun, kunci sebenarnya tetap berada di tangan para petani—mereka yang setiap hari berdialog langsung dengan tanah, air, dan cuaca.
Ajakan pemerintah pun jelas: jangan menunggu hingga kekeringan datang. Bergeraklah sejak sekarang, manfaatkan setiap sumber daya yang ada, dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.
Di tengah ancaman yang nyata, harapan itu tetap ada—mengalir bersama air yang dipompa, menyusuri saluran irigasi, dan menghidupkan kembali sawah-sawah yang nyaris menyerah.*
- Sebut Wayang Kulit Bentuk Budaya Singapura, PM Wong Diserbu Netizen RI
- Benjamin Sesko Mau Carrick Bertahan di Man United
- Blue Bird (BIRD) Catat Pendapatan Naik, Tapi Laba Tergerus di Q1 2026
- Sebut Wayang Kulit Budaya Melayu Singapura PM Wong Diserbu Netizen RI
- Sebut Wayang Kulit Bentuk Budaya Singapura PM Wong Diserbu Netizen RI
- Cerita keluarga Kristen di Lebanon menemukan rumahnya hancur akibat serangan Isr...
- Polemik di balik rencana pemerintah hapus prodi 'tidak relevan' terkait industri...
- Sidang perdana penyiraman air keras Andrie Yunus akan digelar hari ini – Mengapa...
- Sebut Wayang Kulit Bentuk Budaya Singapura, PM Wong Diserbu Netizen RI
- Benjamin Sesko Mau Carrick Bertahan di Man United