Sampah Taccorong Menumpuk, Efek Minimnya Fasilitas Desa

Krisis logistik hantam pengelolaan tumpukan sampah Bulukumba di Desa Taccorong. Satu desa hanya dilayani satu motor roda tiga. Warga dialihkan ke pekuburan.

Sampah Taccorong Menumpuk, Efek Minimnya Fasilitas Desa
Foto: Aparat desa, TNI, Polri, bersama warga terpaksa turun tangan melakukan kerja bakti darurat pada Jumat, 22 Mei 2026.
Bacakan Artikel

Kebijakan menempatkan titik pembuangan di depan tempat pemakaman umum ini memicu ironi tersendiri. Di satu sisi, langkah ini mengosongkan Jalan Pendidikan dari tumpukan sampah, namun di sisi lain, memindahkan episentrum bau busuk ke area publik lainnya yang semestinya dijaga kesucian dan estetikanya.

Mendesak Evaluasi Anggaran Dana Desa untuk Lingkungan

Masalah pembersihan tumpukan sampah di Kabupaten Bulukumba, khususnya di wilayah pedesaan seperti Taccorong, tidak bisa lagi diselesaikan dengan sekadar imbauan moral agar masyarakat "sadar lingkungan". Selama substitusi fasilitas pengangkutan tidak disediakan secara masif oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa melalui alokasi Dana Desa, pemandangan serupa akan terus berulang setiap musim hujan tiba.

Satu unit motor roda tiga untuk melayani mobilitas pengelolaan sampah satu desa adalah bentuk salah urus skala prioritas anggaran. Jika pemerintah daerah serius ingin membebaskan Bulukumba dari ancaman penyakit berbasis lingkungan, maka reformasi logistik sampah—mulai dari pengadaan armada hingga penyediaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang layak—harus segera direalisasikan. Kerja bakti Jumat pagi hanyalah penambal sementara dari sistem yang bocor di berbagai lini.***

Pilih Halaman: