Sapi Kurban Presiden 1447 H Angkat Potensi Ternak Bulukumba

Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 914 kg asal Bulukumba lolos verifikasi ketat Banmas 2026. Simak kisah sukses peternak lokal Desa Salassae di sini.

Sapi Kurban Presiden 1447 H Angkat Potensi Ternak Bulukumba
Foto: Seekor sapi jenis Simental berbobot raksasa 914 kilogram milik Abd. Azis, peternak lokal asal Dusun Bonto Tangnga, Desa Salassae, resmi terpilih menjadi sapi kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk wilayah Kabupaten Bulukumba menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA — Seekor sapi jenis Simental berbobot raksasa 914 kilogram milik Abd. Azis, peternak lokal asal Dusun Bonto Tangnga, Desa Salassae, resmi terpilih menjadi sapi kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk wilayah Kabupaten Bulukumba menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Keberhasilan ternak lokal menembus seleksi ketat data bantuan masyarakat (Banmas) kepresidenan Tahun Anggaran 2026 ini mematahkan dominasi pasokan luar daerah. Pengumuman ini sekaligus menjadi pembuktian bagi otoritas pertanian setempat bahwa kualitas pengawasan klinis di tingkat desa mampu memenuhi standar ketat tinggi yang ditetapkan oleh istana.

Langkah kaki sapi jantan berusia lima tahun itu terdengar berat saat menginjak tanah di area peternakan Dusun Bonto Tangnga. Tubuhnya gempal, padat, dengan lapisan otot khas Simental yang terawat sempurna. Nilai penawarannya fantastis, menyentuh angka Rp95.970.000, sebuah nominal yang mencerminkan kualitas premium dari hasil ketekunan peternak di pelosok Kecamatan Bulukumpa.

Bagi Abd. Azis, terpilihnya ternak peliharaannya sebagai sapi kurban Presiden bukan sekadar perkara transaksi dagang bernilai tinggi. Ini adalah pengakuan atas kerja keras bertahun-tahun dalam mengelola pakan dan kebersihan kandang secara mandiri. Di tengah ketatnya persaingan dengan komoditas luar, selembar kertas verifikasi dari tim kepresidenan menjadi bukti sahih kelas mutu peternakannya.

Proses untuk mencapai titik ini tidak bergulir mudah. Tim dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba harus turun langsung ke lapangan melakukan serangkaian pemeriksaan intensif. Mereka meneliti rekam medis, mengukur proporsi fisik, hingga memastikan tidak ada cacat yang dapat membatalkan keabsahan hewan tersebut dari segi hukum agama.

“Proses pendataan dan verifikasi dilakukan oleh Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba guna memastikan kondisi kesehatan hewan, kelayakan, serta kesesuaian syariat kurban,” ujar Kabid Humas Diskominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: