Sapi Kurban Presiden 1447 H Angkat Potensi Ternak Bulukumba

Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 914 kg asal Bulukumba lolos verifikasi ketat Banmas 2026. Simak kisah sukses peternak lokal Desa Salassae di sini.

Sapi Kurban Presiden 1447 H Angkat Potensi Ternak Bulukumba
Foto: Seekor sapi jenis Simental berbobot raksasa 914 kilogram milik Abd. Azis, peternak lokal asal Dusun Bonto Tangnga, Desa Salassae, resmi terpilih menjadi sapi kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk wilayah Kabupaten Bulukumba menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/JalurDua/
Bacakan Artikel

Di sisi lain, kehadiran sapi kurban Presiden seolah menjadi pemantik bagi tren kenaikan aktivitas berkurban secara makro di kabupaten ini. Berdasarkan data resmi Kantor Kementerian Agama Bulukumba yang dihimpun dari KUA di 10 kecamatan, total hewan kurban warga tahun ini menyentuh angka 1.936 ekor, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 1.684 ekor.

Grafik yang menanjak ini mencerminkan stabilitas ketahanan pangan serta kesadaran sosial warga yang tetap terjaga kuat. Dari total statistik tersebut, kontribusi terbesar datang dari wilayah Kecamatan Gantarang dengan jumlah 419 ekor sapi, diikuti oleh Kecamatan Kindang sebanyak 229 ekor, dan Kecamatan Bontotiro dengan 199 ekor.

Komitmen sosial ini juga dipertegas oleh jajaran pimpinan daerah secara personal. Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menjadwalkan kurban pribadi sebanyak 4 ekor sapi, sementara Wakil Bupati Andi Edy Manaf akan menyembelih 2 ekor sapi pada perayaan Idul Adha kali ini.

Terpilihnya sapi Simental seberat 914 kilogram asal Desa Salassae sebagai sapi kurban Presiden menegaskan bahwa kapasitas peternak lokal Bulukumba telah sejajar dengan standar mutu nasional. Kehadiran bantuan presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen jaring pengaman sosial bagi fakir miskin di sekitar Masjid Islamic Center Dato Tiro, melainkan juga pendorong reputasi wilayah.

ke depan mengindikasikan bahwa jika Dinas Pertanian mampu mempertahankan konsistensi pendampingan klinis dan standardisasi ini, Bulukumba berpotensi besar bergeser dari sekadar penyedia kebutuhan ternak regional menjadi pusat pemasok utama hewan kurban premium di tingkat nasional pada tahun-tahun mendatang.***

Pilih Halaman: