“Seminggu Lalu Saya Dikentuti 2 Kali di Kepala” . Pasutri Ini Dibacok Tetangga Sendiri

  • Whatsapp
banner 300600

Jalurdua.com- Buang angin atau kentut adalah sesuatu yang wajar terjadi pada setiap orang. Pasalnya, aktivitas ini merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kesehatan kita. Justru kalau ia tidak keluar, maka kesehatan tubuh kita patut dipertanyakan. Bisa dikatakan, kentut menjadi salah satu aktivitas metabolisme tubuh yang cukup sering bikin malu. 

Buang kentut juga jangan sembarangan. Terlebih jika disekitar kita ada banyak orang lain. Bisa saja ia menghirup udara tak sedap yang membuatnya naik pitam.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Hal yang terjadi di Lubuk Begalung, Kota Padang Sumatera Barat.

Kentut seorang pria berinisial FG (46) ternyata membuat dirinya dan istrinya, NRD (41) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya, AS (37).

Peristiwa terjadi di Bandes Batu Kasek, Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang pada Selasa (21/1/2020) pagi.

Diduga FG mengentuti AS dengan sengaja. AS yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka mengaku dikentuti sebanyak dua kali.

“Tidak ada masalah lain, seminggu yang lalu saya dikentutin,” ujar AS.

Dalam pengakuannya, AS merasa dikentuti tepat di kepala, sehingga merasa sakit hati.

Sebab, AS tak pernah bercanda dan jarang berkomunikasi dengan FG, maka AS merasa terhina atas kelakuan FG.

Merasa berang, AS mendatangi FG yang sedang tidur di rumahnya. AS langsung membacok korban ke arah dada dan kepala.

Istri FG, NRD lalu datang dan ikut menjadi sasaran bacokan AS. Telinga dan tangan NRD mengalami luka-luka.

“Korban FG masih menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang dan baru selesai menjalani operasi,” kata Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi Parnigotan Lorena seperti dikutip dari kompas.com.

Sedangkan NRD yang dirawat di RS Tentara Padang kondisinya sudah membaik dan bisa dimintai keterangan.

“Kalau istri korban yang juga menjadi korban pembacokan di telinga dan tangan sudah kita mintai keterangan,” jelas Andi.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya motif lain dibalik pembacokan antartetangga itu.

“Latar belakang dari permasalahannya diduga karena unsur sakit hati,” ujar Kapolsek.

Polisi telah menyita parang dan celurit yang diduga dipakai untuk membacok kedua korban.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 354 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara,” katanya. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.