Bupati Bulukumba Andi Utta Pimpin Panen Raya: Rahasia Ketahanan Pangan Hadapi El Nino & Tantangan Global

Panen raya padi Bulukumba di Desa Bontoharu jadi bukti nyata: produktivitas melonjak 7 ton/hektar berkat inovasi modern. Bupati Andi Utta ungkap komitmen ketahanan pangan daerah. Cerita inspiratif!

Bupati Bulukumba Andi Utta Pimpin Panen Raya: Rahasia Ketahanan Pangan Hadapi El Nino & Tantangan Global
Bacakan Artikel

Jalurdua.com Di tengah hamparan sawah Desa Bontoharu yang menguning keemasan, angin pagi Senin, 30 Maret 2026, membawa aroma tanah basah dan jerami segar. Tangan-tangan kasar para petani Kelompok Tani Bobo Jangang bergerak lincah, memotong batang padi yang melambai-lambai seolah berterima kasih atas perjuangan mereka selama berbulan-bulan. Keringat bercampur debu menetes di dahi, tapi senyum lebar tak pernah pudar. Bagi mereka, ini bukan sekadar panen—ini adalah bukti hidup bahwa kerja keras, doa, dan harapan bisa menuai hasil nyata. Tiba-tiba, sorak-sorai anak-anak dan petani menyambut rombongan pejabat yang datang bukan untuk seremoni biasa, melainkan untuk merayakan mimpi bersama.

Itulah suasana panen raya padi di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, yang langsung menyentuh hati siapa pun yang menyaksikannya. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf—yang akrab disapa Andi Utta—berdiri di tengah ladang itu, bahunya disandarkan oleh angin yang sama yang menyapu wajah para petani. Di sisinya, Dandim 1411 Letkol Inf Heraldo Tabasonda, Sekda Ali Saleng, Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Andi Trismiati, serta Camat Rilau Ale Andi Amal Mattotorang ikut merasakan getar emosi yang sama. Momen ini bukan hanya soal padi yang dipanen, melainkan tentang harapan ketahanan pangan daerah yang semakin kokoh di tengah ancaman krisis global.

Dari Lahan Pribadi Bupati Menuju Ladang Percontohan yang Menginspirasi

Andi Utta tak hanya datang sebagai pemimpin. Ia datang sebagai bagian dari cerita itu sendiri. Sejak tahun 2018, sebagian lahan di Desa Bontoharu adalah miliknya—lahan yang dulu biasa saja, kini menjadi teladan bagi ratusan petani lain. Kelompok Tani Bobo Jangang yang ia dampingi langsung melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah mengelola lebih dari 200 hektar dengan penuh dedikasi. Dalam sambutannya yang penuh syukur, bupati mengungkapkan rasa bangga yang mendalam.

“Panen raya ini merupakan momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjadi bagian dari upaya besar kita dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya Senin, 30 Maret 2026.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: