"Butterfly", Novel Karya Remaja Bulukumba Yang Ditulis Hanya 8 Hari

, Bulukumba - Usianya masih belia, 13 tahun. Namun gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP itu sudah punya karya berupa novel. Judulnya "Butterfly". Nayla Putri Humaira, namanya. Gad...

"Butterfly", Novel Karya Remaja Bulukumba Yang Ditulis Hanya 8 Hari
Bacakan Artikel
Alfian Nawawi

Alfian Nawawi, S.I.Kom., seorang eks penyiar radio di Bulukumba yang pernah juga "tersesat" jadi pelukis surealis dan kartunis. Belakangan kadang jadi peneliti dan pemateri budaya, sastra, dan jurnalistik. Esais dan kolumnis di sejumlah media. Cerpenis, penyair, penulis buku, editor, dan penggembira gerakan literasi ini juga tergolong pencandu kopi kelas menengah.

Novel Butterfly berisi kisah perjuangan seorang ayah dalam mengasuh anaknya. "Teruntuk orang tua, berikan kasih sayang kepada anakmu tanpa membeda-bedakan anak satu dengan yang lainnya, kalaupun mereka berbuat salah tegur dengan baik tetapi tetap tegas. Anak adalah anugrah, yang tidak semua orang dapat memiliki," Ujar Nayla sedikit menyibak secuil dari isi dari novelnya.

Kata Nayla, jauh sebelumnya ia telah banyak menulis, cerpen. Hanya saja karena terkendala biaya, akhirnya mengurungkan niatnya untuk menerbitkannya dalam sebuah buku. Cerpen-cerpen karangan Nayla masih tersimpan rapi. Hingga akhirnya mendapat support dari kerabatnya dan memutuskan mencetak novelnya.

Tomy Satria mengapresiasi Nayla dengan membiayai percetakan novel Butterfly. Hasil penjualannya, Tomy berharap dapat digunakan oleh Nayla untuk menempuh pendidikannya lebih lanjut. Bakat menulisnya pun harus terus diasah.

"Virus menulis Nayla semoga menjadi pandemik di generasi kita di Bulukumba. Pemimpin masa depan juga harus lahir dari seorang penulis, agar mampu menguatkan sejarah kepemimpinannya," Kata Tomy Satria.(*)

Pilih Halaman: