Dari Karpet Selingkuh Sampai Do’a Ibu

  • Whatsapp
banner 300600

Musim bunga adalah ruang istimewa bagi kembang hias ketika dimanjakan oleh manusia. Ruang buat berbagai strata sosial untuk sama-sama menikmati aroma mewangi sepanjang hari. Kembang hias bermekaran trendnya di seantero Bulukumba sejak dua bulan belakangan. Ibu-ibu dan remaja putri tetiba memiliki kegiatan baru di waktu senggang. Bahkan segelintir kaum pria pun ada yang juga kepincut terhadap trend mutakhir itu.

Dari tahun ke tahun pun trend tanaman hias yang digemari bisa berubah-ubah tak tentu arah. Sehingga, bagi kalangan tertentu merasa sangat penting untuk terus memperbarui informasi mengenai tanaman hias yang sedang trend saat ini sebagai referensi.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Tidak peduli pagi, siang, sore, malam, mayoritas warga Kabupaten Bulukumba mendadak akrab dengan nama-nama kembang hias. Banyak pula yang tiba-tiba menjadi pakar kembang hias. Ada pula yang mendadak menjelma bagai “ensiklopedia” atau pun “dictionary berjalan “terkait dunia ”perbungaan.”

Sebahagian warga yang membeli bunga bahkan mengaku mulai lagi tertarik untuk memelihara bunga untuk mengisi hari-hari selama adanya pandemi covid-19. Sebahagian lainnya ada yang mengaku hanya sekadar ikut-ikutan trend. Karena lagi boomingnya aglonema, ya ikut juga.

Berbagai platform media sosial pun dibanjiri foto dan video bebungaan. Rasanya, pilkada 2020 Bulukumba kalah trend oleh isu bunga. Saya jadi berpikir untuk menyarankan kepada para kontestan Pilkada 2020 untuk menyumbangkan bunga-bunga kepada para warga Bulukumba.

Perkembangan teknologi lewat berbagai kanal media sosial membuat tren penggunaan tanaman hias di rumah pun semakin meningkat. Jika dulu tanaman hias hanya dilirik segelintir orang, kini rumah-rumah sederhana hingga penghuni kamar kost pun berburu tanaman hias untuk mempercantik ruangannya.

Entah siapa para pencipta nama-nama bunga itu. Sebagian besar namanya unik dan aneh. Yang terdengar asing dan kebarat-baratan hanya aglonema, sekaligus termahal. Apakah  Anda termasuk penyuka bunga Karpet Selingkuh? Atau adakah di pekarangan Anda saat ini satu pot Do’a Ibu? apakah Anda lebih memilih merawat buah kelapa yang dipermak sedemikian rupa atau bonsai dari bunga santigi? Lebih suka menanam bunga di taman pekarangan atau menanam bunga secara hidroponik dalam bejana air tanpa tanah?

Namun pada akhirnya, secantik dan semahal apapun setangkai dan sepot bunga, tidak ada yang bisa mengalahkan seorang bunga desa.(*)

Kedai Kopi Litera, 22 Juli 2020.

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.