Hari Penyiaran Nasional 2026: Peran Strategis Media dalam Menangkal Disinformasi
93 tahun Hari Penyiaran Nasional, kolaborasi media jadi kunci menjaga ketahanan informasi dan persatuan bangsa di era digital.
JALURDUA Langit Bulukumba belum sepenuhnya terang ketika suara siaran radio pertama hari itu mengalun pelan, menyelinap di antara aktivitas warga yang mulai menggeliat. Di balik suara yang terdengar sederhana itu, ada denyut panjang sejarah—sebuah perjalanan sunyi yang telah menempuh 93 tahun pengabdian, menjaga nadi informasi bangsa tetap hidup. Pada momentum Hari Penyiaran Nasional, 1 April 2026, gema itu terasa lebih dalam: penyiaran bukan sekadar menyampaikan kabar, melainkan merawat kesadaran kolektif sebuah bangsa.
Menyulam Ketahanan Nasional dari Ruang Siar
Tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional” bukan sekadar slogan seremonial. Ia lahir dari realitas yang tak bisa dihindari—dunia media sedang berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Digitalisasi, disrupsi teknologi, dan derasnya arus informasi telah menggeser cara publik menerima dan memaknai berita.
Di tengah pusaran itu, praktisi media penyiaran Saiful Alief Subarkah, yang akrab disapa SAS, menempatkan penyiaran pada posisi yang lebih dari sekadar alat komunikasi. Ia adalah ruang publik, tempat narasi dibangun, diperdebatkan, dan pada akhirnya membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas.
“kekuatan utama penyiaran tidak hanya terletak pada kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga pada tanggung jawab membentuk ruang publik yang sehat.”
Pernyataan itu tidak berdiri di ruang kosong. Ia lahir dari pengalaman panjang melihat bagaimana informasi dapat menjadi jembatan—atau justru jurang—di tengah masyarakat yang beragam. Di era ketika setiap orang bisa menjadi “penyiar” melalui gawai di genggaman, batas antara fakta dan opini kerap kabur. Di sinilah penyiaran profesional diuji: tetap menjadi penjernih, bukan penambah keruh.
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton
- Desa Tematik Didorong, Bulukumba Siap Jadi Percontohan
- Mariorennu United Siap All Out Lawan Mentari FC