Harkitnas Bulukumba 2026, Sukun dan Nangka di Ujungloe

Peringatan Harkitnas Bulukumba 2026 di Lapangan Dannuang Ujungloe memadukan pidato menteri tentang kedaulatan negara dengan aksi nyata menanam pohon produktif.

Harkitnas Bulukumba 2026, Sukun dan Nangka di Ujungloe
Foto: Bupati, bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf dan para pejabat daerah, menanam pohon di pinggir lapangan Ujung Loe/JalurDua/
Bacakan Artikel

Sebanyak 27 pohon yang ditanam di sepanjang pinggir lapangan bukan sekadar penghijauan estetis. Pemilihan jenis pohon seperti sukun, nangka, dan mangga merefleksikan upaya nyata terhadap ketahanan pangan lokal. "Selain menjaga lingkungan, tanam pohon juga investasi masa depan. Pohon yang ditanam hari ini nantinya bisa dinikmati hasilnya," ujar Bupati yang akrab disapa Andi Utta tersebut, di hadapan barisan kepala desa.

Bagi sebuah daerah yang kerap berhadapan dengan isu perubahan iklim, menanam pohon produktif adalah langkah taktis. Namun, dalam kacamata kritis, angka 27 pohon tentu terlalu kecil untuk sebuah gerakan masif. Ia lebih condong pada simbolisme atau purwarupa edukasi daripada sebuah solusi ekologis yang berdampak masif seketika.

Beban Instruksi di Pundak Kepala Desa

Esensi dari peringatan Harkitnas Bulukumba 2026 ini sejatinya adalah transfer tanggung jawab. Andi Utta tidak menutupi bahwa sasaran utama dari seremoni di Ujungloe ini adalah para kepala desa yang hadir. Kepala desa diposisikan sebagai ujung tombak yang harus memberi contoh langsung kepada masyarakat untuk gemar menanam.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: