Kurangi Impor Bawang Putih, DPR dan Kementan Fokus Benih Lokal
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Kementan fokus perkuat benih bawang putih lokal di Lembang untuk hentikan ketergantungan impor dan kejar swasembada.
JALURDUA LEMBANG – Udara dingin yang menusuk di lereng Gunung Tangkuban Parahu menjadi saksi bisu sebuah ikhtiar besar. Di antara hamparan hijau Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran, nasib dapur jutaan ibu rumah tangga di Indonesia sedang dipertaruhkan. Di sinilah, titik nol kemandirian dimulai: dari sebutir benih bawang putih yang unggul.
"Tanpa benih yang kuat dan adaptif, program apa pun tidak akan membuahkan hasil," tegas Siti Hediati Hariyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto, saat meninjau langsung kesiapan teknologi pembenihan di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek menyadari ada lubang besar dalam ketahanan pangan kita. Saat ini, Indonesia masih "tercekik" impor hingga 700 ribu ton per tahun, sementara petani lokal baru mampu menyuplai 50 ribu ton.
Fondasi Rapuh di Sektor Hulu Pertanian
Masalahnya klasik namun krusial. Selama ini, Indonesia terkesan hanya sibuk mengurus hilir tanpa memperkuat fondasi di hulu. Padahal, kemandirian produksi nasional mustahil tercapai jika benihnya saja masih didatangkan dari luar negeri.
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Kurangi Impor Bawang Putih, DPR dan Kementan Fokus Benih Lokal
- Dukung Program Strategis, Menkeu Purbaya Kawal Aturan Baru OJK
- Warung Ariel Coto dan Konro Hadir, Kuliner Baru Bulukumba
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba