Kurangi Impor Bawang Putih, DPR dan Kementan Fokus Benih Lokal
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Kementan fokus perkuat benih bawang putih lokal di Lembang untuk hentikan ketergantungan impor dan kejar swasembada.
"Teknologinya siap, lahannya ada. Sekarang tinggal bagaimana kolaborasi eksekutif dan legislatif untuk menggerakkan ini secara masif," tambahnya.
Target ambisius telah dipasang: 100.000 hektar lahan tanam. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah kewajiban moral untuk menghentikan ketergantungan pada negara lain. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan pun kerap mengingatkan bahwa kebutuhan dasar rakyat tidak boleh digantungkan pada belas kasihan impor.
"Kita harus kuat dari dalam," tegas Amran. Ke depan, penguatan sektor benih bawang putih ini diharapkan menjadi cetak biru bagi komoditas hortikultura lainnya. Transformasi ini memang berat dan membutuhkan anggaran yang konsisten, namun hasilnya akan terasa pada stabilnya harga bawang di pasar dan kesejahteraan petani di ladang.
Upaya ini bukan sekadar tentang bawang, melainkan tentang harga diri bangsa yang dimulai dari tanah Lembang. Jika dukungan anggaran berjalan selaras dengan kerja keras di lapangan, maka aroma bawang putih lokal yang kuat dan segar akan segera merajai dapur-dapur di seluruh Nusantara.*
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton