Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
Pemerintah Kabupaten Bulukumba perkuat data geospasial desa untuk pembangunan tepat sasaran. Simak langkah strategis digitalisasi data di Gedung Pinisi 2026.
“Data geospasial menjadi elemen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Karena itu, data yang kita susun harus valid, terverifikasi, dan mampu dipertanggungjawabkan,” ujar Hj. Andi Endang Hariyani di hadapan para peserta.
Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan lama di tingkat daerah: seringnya terjadi tumpang tindih lahan atau bantuan sosial yang meleset karena data yang digunakan sudah usang. Dengan data geospasial yang kuat, batas wilayah, potensi ekonomi desa, hingga kerentanan bencana bisa dipetakan dengan akurasi hingga hitungan meter.
Tantangan terbesar dalam digitalisasi daerah adalah kesenjangan sumber daya manusia. Membawa teknologi ke desa membutuhkan lebih dari sekadar perangkat lunak yang canggih; ia memerlukan perubahan pola pikir (mindset). Peserta diberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari teknik survei lapangan, pengolahan citra satelit, hingga penyajian data dalam bentuk peta tematik yang informatif.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kelurahan, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem informasi geospasial yang berkualitas,” tambah Andi Endang.
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Fatmawati Rusdi Perkuat Program ASRI di Sekolah
- Binrohtal Polres Bulukumba Perkuat Mental Tahanan
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba