Rahasia Kandang Tanpa Bau: IPB Kembangkan Pakan Probiotik

Inovasi pakan probiotik & antikoksi IPB University mampu percepat panen ayam kampung 40 hari dan naikkan bobot telur 30%. Solusi hilirisasi riset dari Mentan Amran.

Rahasia Kandang Tanpa Bau: IPB Kembangkan Pakan Probiotik
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus bergerak maju. Salah satunya datang dari peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, yang mengembangkan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi./pertanian.go.id/JalurDua/Muhlis Uno/
Bacakan Artikel

Ivan menggunakan pendekatan mikroskopis. Probiotik yang disuntikkan ke dalam pakan bekerja hingga ke tingkat vili-vili usus, memastikan setiap butir nutrisi terserap sempurna ke dalam aliran darah, bukan berakhir menjadi limbah. Indikator keberhasilannya sangat manusiawi dan mudah dirasakan: kandang tidak lagi bau. Bau menyengat adalah tanda protein yang terbuang sia-sia, namun dengan inovasi ini, aroma amonia berkurang drastis karena protein terserap maksimal.

Menjinakkan Koksidiosis, Musuh Bebuyutan Peternak


Selain soal bobot, tantangan terbesar di lapangan adalah penyakit koksidiosis. Penyakit ini merupakan mimpi buruk yang mampu memicu diare parah dan kematian massal dalam sekejap. Satu ayam terpapar, satu kandang bisa ludes. Di sinilah formulasi antikoksi berperan sebagai "perisai" bagi sistem imun unggas.

"Fokus kita saat ini adalah pencegahan. Dengan adanya antikoksi dalam pakan, kesehatan ayam meningkat sejak dini. Kita ingin peternak tidur lebih nyenyak tanpa khawatir besok pagi menemukan ayam mereka mati massal," tambah Ivan penuh keyakinan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: