RRC Tentang semua Pihak yang Akui Natuna Utara Milik Indonesia

Jalurdua.com - Jakarta | China memang sangat gigih mempertahankan klaimnya di Natuna Utara milik Indonesia. Entah apa yang dipikirkan China nekat memasukkan Natuna Utara milik Indonesia sebagai wilay...

RRC Tentang semua Pihak yang Akui Natuna Utara Milik Indonesia
Bacakan Artikel

Kalau tidak salah, Angkatan Darat itu sudah 15 tahun dan tahun ini yang ke-16. Begitu juga Angkatan Udara, Angkatan Laut,” ujar Jenderal Andika dalam siaran di YouTube-nya, Kamis, 7 April 2022. Mayor Jenderal US Army, Matthew McFarlane juga antusias menyambut adanya latihan bersama Indonesia-AS ini.

“Tidak hanya sesuatu yang sama setiap tahunnya, tapi juga meningkatkan meningkatkan kompleksitas, meningkatkan skala yang lebih besar.

“Konsep latihan Super Garuda telah mulai didiskusikan oleh Jenderal Andika dan Laksamana John C. Aquilino (komandan Indo Pasifik AS) secara garis besar,” katanya.

Indonesia sudah mengirim pesan tegas ke China menyoal Natuna Utara. Tapi seperti yang dijelaskan di awal bahwa China akan mempertahankan klaimnya di Natuna Utara. Geng Shuang pada 2 Januari 2020 sudah mengatakan jika China menolak putusan arbitrase internasional pada 2016 yang mementahkan klaim Nine Dash Line.

“Apa yang disebut putusan arbitrase Laut China Selatan adalah ilegal, batal demi hukum dan kami telah lama menjelaskan bahwa China tidak menerima atau mengakuinya,” kata Geng dikutip dari thinkchina.sg.

Ia melanjutkan bahwa Indonesia terima tidak terima China punya hak memiliki di Natuna Utara.

“Saya ingin menekankan bahwa posisi dan proposisi China sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS.

Jadi apakah pihak Indonesia menerimanya atau tidak, tidak ada yang akan mengubah fakta objektif bahwa China memiliki hak dan kepentingan atas perairan yang bersangkutan (Natuna Utara)” jelas Geng.

Bahkan Geng memperingatkan siapapun, pihak manapun yang menentang bahwa China tak memiliki Natuna Utara serta wilayah klaimnya yang lain dan malah mengakui blok laut itu milik Indonesia maka akan berhadapan dengan Beijing.

“Pihak Tiongkok dengan tegas menentang negara, organisasi, atau individu mana pun yang menggunakan putusan arbitrase yang tidak sah untuk merugikan kepentingan China,” tegasnya.

Pilih Halaman: