Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba Putus Mata Rantai Suap

Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba resmi diperkuat guna mengatasi rendahnya partisipasi pemilih dan memutus mata rantai politik uang lewat gerakan pemuda.

Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba Putus Mata Rantai Suap
Foto: wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, yang hadir langsung membuka gelaran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), tidak ragu melemparkan kritik tajam ke tengah forum/JalurDua/
Bacakan Artikel

"Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi kegiatan pendidikan pengawas partisipatif ini," ujar Edy Manaf dengan intonasi suara yang tegas dan berwibawa. Baginya, urusan mengawal jalannya sirkulasi kekuasaan yang bersih tidak bisa hanya dibebankan secara sepihak kepada komisioner pengawas. Partisipasi masyarakat, menurut dia, harus digerakkan secara masif dan terstruktur untuk menghasilkan kualitas pengawasan pemilu yang substantif, bukan sekadar administratif di atas kertas laporan.

Kritik paling krusial yang dilontarkan dalam forum tatap muka ini menyasar pada penyakit kronis demokrasi: maraknya peredaran dana ilegal penentu suara. Edy Manaf membeberkan tantangan nyata di mana kesadaran publik kerap runtuh akibat intervensi kepentingan kapital jangka pendek. Rendahnya angka partisipasi pemilih yang sadar politik berbanding lurus dengan suburnya ruang gerak bagi para pelaku culas pencari kekuasaan lewat jalur instan.

Merespons hal tersebut, sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba diarahkan untuk merumuskan ulang peta jalan pendidikan politik warga. Bawaslu Kabupaten Bulukumba di bawah kepemimpinan komisionernya dinilai telah agresif menginisiasi program kerja interaktif, namun tanpa topangan jajaran camat dan kepala desa di bawah kendali Pemda, gaung pengawasan partisipatif tersebut rawan terisolasi di ruang-ruang hotel mewah belaka. Pertemuan di Gedung Pinisi ini menjadi bukti cairnya kebuntuan komunikasi antar-lembaga tersebut.

Anak Muda Sebagai Tameng Anti-Politik Uang

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: