Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba Putus Mata Rantai Suap

Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba resmi diperkuat guna mengatasi rendahnya partisipasi pemilih dan memutus mata rantai politik uang lewat gerakan pemuda.

Sinergi Pemda dan Bawaslu Bulukumba Putus Mata Rantai Suap
Foto: wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, yang hadir langsung membuka gelaran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), tidak ragu melemparkan kritik tajam ke tengah forum/JalurDua/
Bacakan Artikel

Aktor utama yang ditempatkan di garda depan dalam pertempuran melawan kecurangan ini adalah kelompok pemilih pemula dan generasi muda. Di dalam Ruang Kahayya yang ber-AC dingin, perwakilan pemuda tampak mencatat dengan saksama paparan teknis pengawasan. Edy Manaf menegaskan bahwa anak muda memegang peran strategis sebagai jangkar pengawas partisipatif karena mereka relatif belum tercemar oleh jaringan patronase politik transaksional yang mengakar di pedesaan Bulukumba.

“Generasi muda harus ambil bagian dalam melakukan pendidikan politik di tengah masyarakat, sehingga kita bersama dapat bergerak memastikan demokrasi yang berkualitas,” tutur Edy Manaf dengan nada mendesak. Harapan besar ditumpukan agar forum P2P ini melahirkan agen-agen pengawas lapangan yang berani bersuara secara mandiri ketika mendeteksi adanya intimidasi ataupun pembagian logistik tak resmi selama masa tenang kampanye berlangsung.

Pilihan taktis merangkul anak muda ini sejalan dengan platform kerja jangka panjang Bawaslu dalam menekan indeks kerawanan pemilu. Melalui pembekalan yang sistematis, para peserta tidak hanya diajarkan cara melaporkan pelanggaran secara hukum pidana pemilu, melainkan juga dibekali kemampuan literasi digital. Hal ini krusial mengingat perang narasi, hoaks, dan kampanye hitam di media sosial kini menjadi ancaman nyata yang mampu mengubur akal sehat pemilih di Kabupaten Bulukumba.

Menatap Komitmen Berkelanjutan

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: