Menag Perjuangkan Madrasah Setara Sekolah Umum Lewat Tambahan Rp24,8 T

Menag Nasaruddin Umar ajukan tambahan anggaran Rp24,8 triliun untuk 2026 guna pemerataan kualitas madrasah, digitalisasi pendidikan, dan perluasan makan bergizi gratis.

Menag Perjuangkan Madrasah Setara Sekolah Umum Lewat Tambahan Rp24,8 T
Foto: Menag Nasaruddin Umar/ kemenag.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com JAKARTA - Di balik angka Rp24,8 triliun yang diajukan untuk anggaran 2026, tersimpan harapan jutaan siswa madrasah dan santri di seluruh Indonesia. Bagi Menteri Agama Nasaruddin Umar, ini bukan sekadar proposal fiskal, melainkan upaya menghadirkan keadilan pendidikan—agar tak ada lagi anak bangsa yang merasa berada di “kelas dua” hanya karena bersekolah di lembaga keagamaan.

Negara Hadir untuk Kesetaraan Pendidikan

Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan yang digelar daring bersama Kemenko PMK pada Sabtu (4/4/2026), Menag menegaskan arah kebijakan yang jelas: pendidikan keagamaan harus setara dengan sekolah umum.

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum. Kita ingin memastikan pendidikan keagamaan berjalan beriringan dengan semangat Asta Cita serta direktif Bapak Presiden dalam mencetak generasi unggul yang berkualitas,” tegasnya.dikutip, sabtu, 4 april 2026.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menggeser paradigma lama—dari sekadar menjaga eksistensi pendidikan keagamaan menuju penguatan kualitas dan daya saingnya.

Tambahan anggaran tersebut dirancang menyasar program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan lapangan. Fokus utamanya terbagi dalam empat sektor besar: revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan perlengkapan dasar siswa, serta transformasi sekolah unggulan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: