Menag Perjuangkan Madrasah Setara Sekolah Umum Lewat Tambahan Rp24,8 T
Menag Nasaruddin Umar ajukan tambahan anggaran Rp24,8 triliun untuk 2026 guna pemerataan kualitas madrasah, digitalisasi pendidikan, dan perluasan makan bergizi gratis.
“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini,” kata Menag.
Menariknya, ia justru melihat pesantren sebagai model ideal pelaksanaan program tersebut. Dengan sistem dapur mandiri dan budaya makan bersama, risiko kesehatan relatif lebih rendah.
“Ini adalah model yang sangat aman dan efektif,” tambahnya.
Usulan anggaran ini bukan sekadar angka dalam dokumen negara. Ia adalah refleksi dari komitmen pemerintah untuk memperkecil jurang ketimpangan pendidikan yang telah lama ada. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan nyata—dari bangunan hingga gizi siswa—langkah ini berpotensi menjadi fondasi penting dalam membangun SDM unggul Indonesia.
Jika disetujui, tahun 2026 bisa menjadi titik balik bagi wajah pendidikan keagamaan di Indonesia: lebih setara, lebih modern, dan lebih manusiawi.**
- MYOH Ungkap Akuisisi Saham Perusahaan Afiliasi
- Florentino Perez: Valverde, Tchouameni Akan Bertahan di Real Madrid
- Polemik penutupan izin Alfamart dan Indomaret di NTB – Toko kelontong 'makin ter...
- Saat Rival Ramai-ramai Ledek Arsenal soal Liga Champions
- Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Grup Salim (SIMP) Rp11,94M
- Polemik penutupan izin Alfamart dan Indomaret di NTB – Toko kelontong 'makin ter...
- Kisah Alia yang disuruh menikah dan pendidikannya dibatasi – 'Saya kabur naik ta...
- Mengapa mantan Presiden Iran Ahmadinejad menjadi salah satu misteri dalam perang...
- MYOH Ungkap Akuisisi Saham Perusahaan Afiliasi
- Florentino Perez: Valverde, Tchouameni Akan Bertahan di Real Madrid