"Butterfly", Novel Karya Remaja Bulukumba Yang Ditulis Hanya 8 Hari

, Bulukumba - Usianya masih belia, 13 tahun. Namun gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP itu sudah punya karya berupa novel. Judulnya "Butterfly". Nayla Putri Humaira, namanya. Gad...

"Butterfly", Novel Karya Remaja Bulukumba Yang Ditulis Hanya 8 Hari
Bacakan Artikel
Alfian Nawawi

Alfian Nawawi, S.I.Kom., seorang eks penyiar radio di Bulukumba yang pernah juga "tersesat" jadi pelukis surealis dan kartunis. Belakangan kadang jadi peneliti dan pemateri budaya, sastra, dan jurnalistik. Esais dan kolumnis di sejumlah media. Cerpenis, penyair, penulis buku, editor, dan penggembira gerakan literasi ini juga tergolong pencandu kopi kelas menengah.

Jalurdua.com , Bulukumba - Usianya masih belia, 13 tahun. Namun gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP itu sudah punya karya berupa novel. Judulnya "Butterfly". Nayla Putri Humaira, namanya. Gadis desa asal Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Nayla mengaku, selama ini terinspirasi dari beberapa penulis terkenal, salah satunya Tere Liye. Buku karya penulis terkenal lainnya pun tak luput ia baca. Bahkan menjadi koleksi pribadinya.

Hingga akhirnya memutuskan menulis novel pertamanya. Nayla banyak didampingi orang terdekatnya. Alhasil hanya butuh 8 hari untuk menyelesaikan tulisannya.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengapresiasi Nayla dan karyanya. Sebagai bentuk penghargaan yang tinggi kepada Nayla, secara spesial Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto meminta bertemu. Silaturahmi pun terjadi di kantor Pemkab Bulukumba, Senin (27/7/2020).

Wabup berkacamata itu memuji dan salut kepada Nayla. Bakat menulisnya yang mulai muncul sejak masih SMP, kata Tomy Satria, harus terus diasah dan didampingi agar mampu menjadi penulis andal berskala nasional.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: