Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar

Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar
Bacakan Artikel

Karena itu, komunitas berusaha mengajak masyarakat melalui contoh secara langsung. Anggota komunitas tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga menjadi praktisi, memberikan testimoni di hadapan masyarakat dan memperlihatkan cara memilah sampah.

Anak Muda Aktor Penting

Menurut Thalib, anak muda juga sudah ikut terlibat dalam kegiatan komunitas. Mereka dapat memberikan inovasi dan ide kreatif serta menjadi penghubung dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Keterlibatan pemuda juga terlihat dari pandangan Nabila, mahasiswa berusia 20 tahun. Menurutnya, persoalan sampah di Makassar masih cukup serius karena masih banyak sampah yang dibuang sembarangan dan belum dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Nabila menilai pemuda mempunyai peran penting karena bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan mengajak orang lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dalam kesehariannya, Nabila berusaha membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memisahkan sampah yang masih bisa digunakan atau didaur ulang.

Meski begitu, menurut Nabila, belum semua pemuda mempunyai kepedulian yang sama terhadap persoalan sampah. Masih ada yang menganggap persoalan tersebut hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Kurangnya kesadaran dan rasa malas juga menjadi salah satu alasan sebagian pemuda belum terbiasa ikut dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Menurutnya, pemuda bisa mengambil bagian melalui kegiatan bersih lingkungan, memberikan edukasi tentang pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik dan ikut bergabung dalam komunitas lingkungan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: