Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar

Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar
Bacakan Artikel

Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mengajak lebih banyak pemuda. Nabila melihat Instagram dan TikTok bisa digunakan untuk membuat konten edukasi yang menarik, membagikan kegiatan lingkungan dan mengajak anak muda untuk ikut melakukan kegiatan pengelolaan sampah.

Jika mendapat kesempatan membuat kegiatan sendiri, Nabila ingin mengadakan pemilahan dan pengumpulan sampah di lingkungan masyarakat. Sampah yang masih mempunyai nilai dapat dikumpulkan dan kemudian disalurkan ke bank sampah.

Pandangan yang hampir sama juga disampaikan Atirastiwati atau yang biasa dipanggil Tita. Mahasiswa berusia 20 tahun tersebut mengatakan bahwa jumlah sampah di Makassar masih cukup banyak. Selain membuat lingkungan terlihat kotor, bau dari sampah juga dapat mengganggu masyarakat.

Menurut Tita, pemuda harus lebih aktif dalam menjaga lingkungan. Kesadaran tersebut bisa dimulai dari diri sendiri, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Tita bersama teman-temannya berusaha melakukan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan teman-temannya untuk membawa tumbler agar dapat mengurangi penggunaan plastik.

Namun, Tita melihat kepedulian pemuda masih belum merata. Ada yang sudah peduli terhadap kebersihan, tetapi masih ada juga yang berpikir bahwa masalah tersebut bukan tugas mereka karena sudah ada petugas kebersihan dari pemerintah.

Menurutnya, pola pikir tersebut membuat sebagian pemuda menjadi malas untuk ikut terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Padahal, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Tita mencontohkan kegiatan volunteer membersihkan lingkungan, termasuk membersihkan kawasan pantai. Pemuda juga bisa mengajak masyarakat untuk melakukan gotong royong.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: