Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar

Cara Komunitas hingga Pemuda, Bergerak Bergerak Bersama Mengurai Sampah di Kota Makassar
Bacakan Artikel

Kegiatan tersebut tidak harus dimulai dari tempat yang jauh. Menurut Tita, pemuda dapat memulainya dari lingkungan sekitar rumah dengan mengajak teman, masyarakat, ketua RT maupun RW.

Media sosial juga dinilai dapat membantu mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Anak muda yang aktif memakai Instagram dan TikTok bisa memanfaatkan platform tersebut untuk membuat konten mengenai pemilahan sampah dan cara menjaga lingkungan.

Tita juga berharap pemerintah lebih sering membuat ajakan yang menarik bagi anak muda. Edukasi tentang cara memilah sampah dan menjaga lingkungan bisa disampaikan melalui poster maupun konten media sosial yang mudah dipahami.

Ujungnya, keterlibatan komunitas dan pemuda dalam pengelolaan sampah tidak harus selalu melalui kegiatan besar. Hal-hal sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, membawa tumbler, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti kegiatan lingkungan dan mengajak orang lain untuk peduli juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ahmad berharap Makassar dapat menjadi kota seroweis atau bebas dari persoalan sampah dan masyarakatnya juga bisa menjadi lebih sejahtera. Sementara itu, Nabila dan Tita berharap pemuda tidak hanya peduli ketika ada kegiatan tertentu, tetapi bisa menjadikan menjaga kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari.

Dari komunitas yang terus memberikan edukasi hingga pemuda yang memulai dari kebiasaan sendiri, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas sampah, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar yang lebih bersih.

Pilih Halaman: