BerandaHeadlineTelusur Jejak Leluhur Dua Kandidat Pemimpin Bulukumba

Telusur Jejak Leluhur Dua Kandidat Pemimpin Bulukumba

Bulukumba, JalurDua.Com – Pada berbagai terowongan sejarah, salah satu lekuk yang paling sering digali adalah lembaran silsilah. Lebih dari sekadar catatan histori secara parsial, pengetahuan terkait garis keturunan mampu merekonstruksi bingkai masa silam seseorang bersama leluhurnya dan kemudian terefleksi sebagai referensi khusus ke dalam ruang sosial. Terlebih lagi jika bingkai itu mengacu secara langsung pada seorang public figure, tokoh, pemimpin, maupun calon pemimpin. Maka histori terkait silsilah adalah juga kepingan penting yang bernilai edukasi.

Sebuah tulisan menarik diunggah oleh seorang netizen bernama Gito Sukamdani di akun facebooknya, Ahad (5/7/2020). Tulisannya mengupas sekelumit perihal jejak keturunan atau silsilah dua bakal calon Bupati Bulukumba yang berasal dari daerah yang sama, yaitu Kecamatan Bulukumpa. Tulisan Gito Sukamdani berdasarkan riset yang dilakukannya terhadap berbagai manuskrip berupa lontarak dan informasi valid dari sejumlah pinisepuh terpercaya.

Gito Sukamdani ketika mencari informasi silsilah dari salah seorang sepuh terkait risetnya. (Foto: Akun Facebook Gito Sukamdani)

Tanpa bermaksud mengurangi sedikit pun substansi, redaksi JalurDua.Com telah melakukan penyuntingan yang dianggap perlu terhadap tulisan Gito Sukamdani, sebagai berikut.

Tomy Satria Yulianto

Tomy Satria Yulianto berasal dari keluarga Lompo Bejo. Istilah Lompo adalah berarti pemangku kekuasaan alias raja di Bulukumba Toa, kini dikenal sebagai Bulukumpa.

Lole adalah seorang putri dari Lompo Bejo yang menikah dengan seorang pria yang berasal dari keturunan Bone. Sehingga lahirlah sepasang anak, yakni anak laki-laki bernama Saguni alias Baso Maddi (kakek dari Tomy Satria Yulianto) dan anak perempuan yang bernama Nondo.

Baso Maddi kemudian menikah dengan salah seorang putri dari Tajang Daeng Mangngopo yang merupakan keturunan Tau Appa’a ri Kuloroa Kajang, yaitu Punca Daeng Cawang. Sehingga lahirlah seorang putra bernama Pagerrai Daeng Patenreng. Kemudian Pagerrai Daeng Patenreng menikah dengan seorang putri dari Boto Daeng Pabeta, keturunan Raja Kajang di masa pra-kolonial, yang bernama Ciko’ Daeng Rimang. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang putra bernama Karaeng Sengo Daeng Paseling.

Konon, Karaeng Sengo berangkat ke tanah suci Mekah bersama sepupu kakeknya, yang bernama Manendu Daeng Pasinri atau Karaetta Majjanggo’e untuk menunaikan Ibadan haji. Keduanya menetap selama sebelas tahun di tanah suci Mekah.

Sepulang dari tanah suci Mekah, Karaeng H. Sengo menikah dengan seorang putri bernama Puang Ola’. Dari hasil pernikahan tersebut lahirlah seorang putra yang diberi nama Karaeng Nuhung.

Karaeng Nuhung menikah dengan Puang Becce. Lahirlah putra yang diberi nama Karaeng Pabottini yang selanjutnya oleh salah seorang guru nama tersebut diganti menjadi Sangkala yang merupakan ayah kandung dari Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Hasil dari pernikahan Puang Sangkala dengan seorang putri keraton dari tanah Jawa bernama Raden Roro Suratningsih.

Andi Muhtar Ali Yusuf

Andi Muhtar Ali Yusuf berasal dari garis keturunan Langngade Daeng Mangngolo yg kemudian turun ke Sullewatang Indo Brcce.

Istilah Sullewatang berarti wakil arung atau wakil kepala pemerintahan pada masa itu. Sullewatang Indo Becce melahirkan putra yang bernama Karaeng Makkarodda yang juga kemudian merupakan Sullewatang di masa itu.

Konon Karaeng Makkarodda beberapa kali menikah. Salah satunya, dengan seorang putri keturunan Tondong, Kabupaten Sinjai, yang kemudian lahir salah seorang putra bernama Karaeng Mappatoba. Selanjutnya lahirlah Karaeng Ranreng yang merupakan mantan Camat Bulukumpa di masa itu. Karaeng Ranreng merupakan paman dri Andi Muhtar Ali Yusuf.

Pada pernikahan lainnya oleh Karaeng Makkarodda, beliau mempersunting seorang putri yg berasal dari Sapepe, Palampang Kecamatan Rilau Ale. Lahir seorang putra-putri bernama Karaeng Dalima, Karaeng Badi dan lain-lainnya. Selanjutnya Karaeng Dalima dipersunting oleh seorang pria yang berasal dari Manimpahoi, Kabupaten Sinjai, yaitu Muhammad Ali. Dari hasil pernikahan antara Karaeng Dalima dengan bapak Muhammad Ali maka lahirlah Andi Muhtar Ali Yusuf.

Demikianlah, tulisan dari Gito Sukamdani atau Andi Andang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa. Gito memungkas unggahannya dengan sebuah paragraf manis:
Asal usul keduanya berasal dari keluarga yang memang pernah memerintah di masanya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Aamiin.(*)

Alfian Nawawihttp://jalurdua.com/
Kolumnis dan Editor JalurDua.Com
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here