Ayah, ‘Bentar ya’, dan Tragedi yang Terlambat Disadari

Satu berita, satu tamparan: hubungan ayah dan anak retak diam-diam. Kita sibuk scroll, tapi lupa benar-benar hadir.

Ayah, ‘Bentar ya’, dan Tragedi yang Terlambat Disadari
Seorang anak menunggu di hadapan sepiring makan yang mulai dingin, sementara di sampingnya sang ayah tenggelam dalam layar ponsel—di antara notifikasi dan kata “bentar ya”, jarak yang tak terlihat perlahan tumbuh menjadi jurang. (AI Generated by DALL-E)
Bacakan Artikel
Alfian Nawawi

Alfian Nawawi, S.I.Kom., seorang eks penyiar radio di Bulukumba yang pernah juga "tersesat" jadi pelukis surealis dan kartunis. Belakangan kadang jadi peneliti dan pemateri budaya, sastra, dan jurnalistik. Esais dan kolumnis di sejumlah media. Cerpenis, penyair, penulis buku, editor, dan penggembira gerakan literasi ini juga tergolong pencandu kopi kelas menengah.

**Penulis adalah pengurus Konsorsium Penggiat dan Komunitas Ayah Teladan Indonesia (Kompak tenan) Bidang Media dan Informasi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Pilih Halaman: