Bulog Bulukumba Diduga Main Mata, PERPADI Minta Audit BPK

PERPADI desak BPK lakukan audit investigatif Bulog Bulukumba terkait dugaan kongkalikong jatah maklon sepihak dan buruknya tata kelola resapan gabah.

Bulog Bulukumba Diduga Main Mata, PERPADI Minta Audit BPK
Foto: pengurus PERPADI Bulukumba ngopi bareng di warkop Nagoya/JalurDua/
Bacakan Artikel

Kekhawatiran ini beralasan. Ketika tata kelola dari hulu ke hilir compang-camping, maka sistem perlindungan harga akan runtuh. Petani kecil di pedesaan Bulukumba dipastikan menjadi korban utama yang paling terluka akibat anjloknya harga gabah secara drastis saat musim panen raya tiba.

Menanti Transparansi Pangan Daerah

Konflik antara PERPADI dan Perum Bulog Subdivre Bulukumba memotret tantangan nyata dalam swasembada pangan di tingkat daerah. Ketika sebuah lembaga negara yang bertugas menjaga stabilitas pangan justru menutup diri dari pola kemitraan yang transparan, integritas institusi tersebut dipertaruhkan.

Langkah PERPADI membawa persoalan ini ke ranah audit investigatif BPK merupakan sinyal penting bahwa pengawasan publik tidak boleh kendur. Biarpun dikesampingkan oleh otoritas setempat, komitmen untuk mengawal program pangan nasional di daerah lewat fungsi kontrol sosial akan tetap berjalan.

Ke depan, transparansi hulu-hilir menjadi harga mati. Tanpa adanya audit independen yang terang benderang untuk mengurai benang kusut tata kelola maklon dan resapan gabah ini, keadilan ekonomi di sektor pangan bagi pengusaha lokal dan petani kecil di Bulukumba hanya akan menjadi narasi di atas kertas.***

Pilih Halaman: