JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Senja turun perlahan di langit Bulukumba. Cahaya keemasan memantul di aspal jalan depan markas Koramil Bonto Tiro. Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang melintas, tangan-tangan berseragam loreng itu mengulurkan kotak nasi—sebuah isyarat sederhana tentang kebersamaan di bulan suci.
Ramadan, Takjil, dan Wajah Humanis TNI
Di bulan penuh berkah ini, Koramil 1411-06/Bonto Tiro menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan takjil gratis kepada para pengguna jalan.
Kegiatan berlangsung di depan kantor Koramil dan melibatkan sejumlah pihak. Aksi ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Danramil 1411-06/Bonto Tiro, Amir Hamzah, menyampaikan langsung harapannya.
“Alhamdulilah dalam kesempatan ini kami menyiapkan sekitar 70 paket takjil berupa nasi boks untuk masyarakat yang akan berbuka puasa,” kata Letda Arm Amir Hamzah, Senin, 2 Maret 2026.
Sebanyak 70 paket nasi boks dibagikan kepada warga yang melintas menjelang waktu berbuka.
Tak Sekadar Berbagi, Tapi Menjalin Silaturahmi
Bagi Danramil yang dikenal murah senyum itu, nilai takjil bukan pada harganya, melainkan pada makna kebersamaan.
“Semoga keluarga besar Kodim 1411/Bulukumba khususnya Koramil 1411-06/Bonto Tiro mendapatkan berkah dari kegiatan bagi-bagi takjil ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah ruang silaturahmi antara TNI dan rakyat.
“Dalam kegiatan bagi-bagi takjil ini mungkin nilainya tidak seberapa, namun rasa kebersamaan dengan rakyat yang jadi tujuan utama kita sehingga ini dijadikan sebagai sarana menjalin silaturrahmi.”
Tak hanya berbagi makanan, Koramil juga menyisipkan pesan penting.
“Selain membagikan takjil gratis kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan,” tuturnya.
Pesan sederhana, namun relevan—Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga menjaga kepedulian sosial dan lingkungan.
TNI dan Rakyat: Hubungan yang Dijaga
Kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari wajah humanis TNI di daerah. Di tengah dinamika sosial, kehadiran aparat bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
“Semoga kita semua selalu mendapat berkah dan ampunan, begitu juga dengan TNI selalu mendapat tempat di hati rakyat.”
Di antara deru kendaraan dan senyum warga yang menerima takjil, sore itu terasa lebih hangat dari biasanya.**




