JALUR DUA.COM, SINJAI – Suasana hangat menyelimuti halaman Pesantren Darul Ma’arif Lappae, Kabupaten Sinjai, Minggu (01/03/2026). Senyum para santri dan santriwati menyambut kedatangan rombongan Independent Sound Community (ISC) yang menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan bertajuk Independent Sound Community Buka Puasa Bersama Santri Pesantren Darul Ma’arif Lappae Sinjai ini menjadi program sosial perdana sejak komunitas tersebut resmi berdiri. Momen ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga mempererat silaturahmi antara insan seni dan dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Sinjai.
Langkah Awal ISC: Dari Musik Menuju Aksi Sosial
Ketua ISC, Munir Kha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pijakan awal komunitas untuk terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah langkah awal sejak berdirinya komunitas Independent Sound Community. Insya Allah, jika kita semua dipanjangkan umur, program buka puasa bersama ini akan kami lanjutkan setiap tahunnya,” ujar Munir.
Pernyataan tersebut menjadi komitmen moral bahwa ISC tidak hanya fokus pada bidang seni dan musik, tetapi juga membangun peran sosial yang nyata.
Di tengah tren komunitas kreatif yang kini berkembang pesat di Sulawesi Selatan, ISC memilih menempatkan nilai empati sebagai fondasi utama gerakannya. Ramadan menjadi momentum strategis untuk menegaskan identitas komunitas yang tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli.
Kebahagiaan Santri di Balik Sederhana
Salah seorang santri mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa haru dan syukur atas perhatian yang diberikan ISC.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih pesantren kami sebagai tempat berbagi di bulan Ramadan. Kegiatan ini sangat berarti dan membawa kebahagiaan bagi kami,” tuturnya.
Bagi para santri, kunjungan tersebut bukan hanya soal makanan berbuka, melainkan rasa dihargai dan diperhatikan. Interaksi hangat antara anggota komunitas dan para santri menciptakan suasana kekeluargaan yang sulit dilupakan.
Independent Sound Community merupakan komunitas lintas kabupaten di Sulawesi Selatan yang beranggotakan pelaku seni dan musik profesional maupun independen.
Anggotanya berasal dari: Kabupaten Sinjai, kabupaten Bulukumba, kabupaten Bone
Komunitas ini menaungi berbagai profesi di bidang musik, mulai dari vokalis, gitaris, keyboardist, hingga pemilik sound system. Kolaborasi lintas daerah ini memperkuat jejaring kreatif sekaligus membuka ruang kontribusi sosial yang lebih luas.
Dampak Sosial dan Harapan Berkelanjutan
Independent Sound Community berharap kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang berkelanjutan. Tidak hanya di Sinjai, tetapi juga di daerah lain seperti Bulukumba dan Bone.
Dengan memadukan seni, solidaritas, dan nilai keagamaan, ISC ingin menjadi contoh bahwa komunitas kreatif mampu menghadirkan perubahan sosial yang nyata.Ke depan, program sosial ISC direncanakan mencakup:
Santunan anak yatim
Pelatihan musik untuk santri
Kolaborasi konser amal Ramadan
Edukasi literasi digital komunitas
Langkah ini sekaligus memperkuat positioning ISC sebagai komunitas seni yang humanis dan progresif.
Komunitas Seni dan Aksi Sosial di Sulsel
Jika dibandingkan dengan komunitas seni lainnya di Sulawesi Selatan, ISC memulai langkahnya dengan pendekatan berbasis nilai religius dan sosial. Pendekatan ini memberikan diferensiasi kuat di tengah kompetisi komunitas kreatif.
Dari Nada ke Makna
Kegiatan Independent Sound Community Buka Puasa Bersama Santri Pesantren Darul Ma’arif Lappae Sinjai menjadi bukti bahwa musik bukan hanya tentang panggung dan sorotan lampu. Ia bisa menjelma menjadi jembatan empati, ruang berbagi, dan sarana memperkuat nilai kemanusiaan.
Di tengah hiruk-pikuk dunia kreatif, ISC memilih memulai perjalanannya dengan langkah sederhana namun bermakna: berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.Dan dari Sinjai, harmoni itu pun bergema—bukan hanya lewat suara musik, tetapi lewat ketulusan hati.**






